August 5, 2011

Istilah dalam Silsilah Penangkaran Kenari

Menurut pendapat Drs. Bagus Hariyanto, SH

Para Kenari mania, baik kolektor maupun penangkar tentu tidak asing lagi dengan istilah ; kenari lokal, impor, F1, F2, F3 dan AF. Dalam tulisan ini kami akan berbagi pengalaman tentang Istillah “ F “ yang biasa kita dengar, mungkin topik tulisan sudah ada yang menulisnya akan tetapi anggaplah tulisan ini merupakan pelengkap bagi yang memerlukannya. Dibeberapa daerah penafsiran Istilah “ F “ berbeda-beda, namun hal itu bukanlah merupakan patokan mutlak untuk menentukan kenari itu berkualitas. Di Yogyakarta istilah istilah “F” akan berbeda dengan di Surabaya, Jogjakarta, Malang, Cirebon, Bandung, Jakarta atau didaerah lain di Indonesia.

Teori Genetika oleh ilmuwan Gregor Johann Mendel, berpendapat “ F ” = merupakan singkatan dari kata Filial yang berarti Keturunan. Dalam setiap perkawinan / persilangan menurut Mendel akan mewarisi Hereditas sifat induknya (parental).

Secara Hereditas (pewaris sifat dari induk kepada keturunannya) Mendel berpendapat, sbb :

1. Hibrid (hasil persilangan antara dua individsu dengan tanda beda) memiliki sifat yang mirip dengan induknya dan setiap hibrid mempunyai sifat yang sama dengan hibrid yang lain dari spesies yang sama.

2. Karakter atau sifat dari keturunan suatu hibrid selalu timbul kembali secara teratur dan inilah yang memberi petunjuk kepada Mendel bahwa tentu ada faktor-faktor tertentu yang mengambil peran dalam pemindahan sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya (gen).

3. Faktor keturunan, mengikuti distribusi yang logis.



Teori ini secara langsung dipraktek dipenangkaran kami, tebukti benar seperti yang didifinisikan oleh Mendel, dalam penyilangan kami menggunakan indukan (jantan) Kenari impor Yorkshire dan Lizard, disilangkan dengan indukan (betina) kenari Lokal . Penyilangan yang kami lakukan dengan memperhatikan aspek ; Parental (indukan) dan Fenotipe (karakter/sifat yang dapat diamati seperti ; bentuk, warna, suara, dll) dari bakal calon indukan, dengan hasil, sebagai berikut :

1. Kenari Yorkshire (kuning) jantan dengan betina lokal (bon hijau) disilangkan turunannya di-Istilahkan “ F.1 “, dengan gen Dominan Hereditas 50 % Yorkshire ;

25 % = warna dominan kuning berpostur semi Yorkshire.
25 % = warna dominan bon hijau berpostur semi Yorkshire.
50 % = warna Campuran (hijau dan kuning) berpostur semi Yorkshire.

2. Jika kenari F.1 (bon hijau) jantan dengan betina F.1 (kuning) disilangkan dari turunan berbeda anakannya di-Istilahkan “ F.2 “, dengan gen Dominan Hereditas 25 % Yorkshire ;

25 % = warna dominan kuning berpostur sedang strain Yorkshire hilang.
25 % = warna dominan bon hijau berpostur sedang strain Yorkshire hilang.
25 % = warna campuran berpostur sedang strain Yorkshire hilang.
25 % = warna campuran atau bon hijau/kuning berpostur kecil.

3. Selanjutnya jika kenari F.2 dengan F.2 disilangkan dari turunan berbeda anakannya di-Istilahkan Kenari “F.3”.

Begitu seterusnya jika kenari F.3 dengan F.3 disilangkan keturunan di-Istilah Kenari “F.4 ”, dan seterusnya hingga “F “ ( ? ). Pada tahap persilangan berjenjang ini strain Yorkshire akan hilang dan dominant menjadi kenari berpostur kecil / lokal.

Photobucket

F “ (Filial) yang berarti Keturunan, hanyalah Istilah yang lazim dipakai oleh kalangan penangkar / penghobi kenari bukan merupakan patokan mutlak, pengklasifikasian ini secara umum bertujuan untuk membedakan hereditas fenotipe terbaik dari hasil persilangan guna meningkatkan kualitas fenotipe menjadi kenari unggulan yang layak tanding dan menjadi Kenari Juara.



0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes